Wakil Panglima OPM Zakarias Fatem Ditangkap di Maybrat, Nyatakan Kembali ke NKRI

     


MAYBRAT, PAPUA BARAT DAYA — TNI menangkap Zakarias Fatem, yang disebut sebagai Wakil Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya, di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Setelah ditangkap, Zakarias menyatakan kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengajak anggota serta simpatisan OPM lainnya untuk menyerahkan diri.

Informasi tersebut disampaikan Komandan Satgas Yonif 9 Marinir, Letkol Marinir Laili Nugroho, sebagaimana diberitakan detikNews pada Jumat, 16 Oktober 2026. Menurut keterangan tersebut, Zakarias juga mengimbau anggota dan simpatisan OPM agar meletakkan senjata dan kembali ke NKRI. 

Penangkapan di Aifat Timur dan Ajakan Kembali ke NKRI

Zakarias Fatem ditangkap di Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat. Setelah penangkapan tersebut, ia disebut mengajak anggota dan simpatisan OPM untuk menyerahkan diri kepada aparat TNI serta menghentikan keterlibatan dalam aktivitas bersenjata.

Menurut keterangan Laili Nugroho yang dikutip detikNews, Zakarias meminta kelompok tersebut meletakkan senjata dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Pernyataan ini menjadi salah satu perkembangan dalam upaya aparat mendorong anggota kelompok bersenjata untuk meninggalkan aktivitasnya dan kembali ke dalam kehidupan masyarakat. 

Perkembangan Ekonomi Papua Disebut Menjadi Bahan Refleksi

Dalam keterangan yang disampaikan aparat, Zakarias disebut mengakui melihat kemajuan ekonomi masyarakat Papua, khususnya di wilayah yang disebut sebagai kawasan zero OPM. Pengalaman tersebut, menurut penjelasan Laili, menjadi salah satu hal yang mendorong refleksi Zakarias mengenai hubungan antara keamanan dan kemajuan masyarakat.

Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya kondisi keamanan yang mendukung aktivitas ekonomi dan kehidupan warga. Wilayah yang lebih aman dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan kegiatan sehari-hari, mengakses pelayanan publik, serta memanfaatkan peluang pembangunan. Meski demikian, keterangan mengenai alasan pribadi Zakarias tersebut berasal dari pernyataan aparat yang diberitakan media dan tidak disertai penjelasan langsung dari Zakarias dalam laporan yang sama. 

Kontak Tembak Sebelumnya di Kawasan Aifat Timur

Penangkapan Zakarias berlangsung setelah kontak tembak antara Satgas gabungan TNI dan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Dalam insiden tersebut, Komandan OPM Manfret Fatem dan dua orang anggotanya dilaporkan tewas. Peristiwa itu menjadi bagian dari rangkaian perkembangan keamanan di wilayah Maybrat menjelang penangkapan Zakarias pada 14 Oktober 2026. 

Keamanan dan Pendekatan untuk Mendorong Kembalinya Anggota Kelompok Bersenjata

Perkembangan di Maybrat memperlihatkan dua aspek penanganan kelompok bersenjata, yakni operasi keamanan terhadap kelompok yang masih aktif dan upaya mendorong anggotanya untuk meninggalkan aktivitas bersenjata. Pernyataan kembali ke NKRI yang disampaikan Zakarias, sebagaimana diberitakan, juga disertai ajakan kepada anggota dan simpatisan lainnya untuk mengikuti langkah serupa.

Ke depan, upaya menjaga stabilitas di Papua perlu berjalan seiring dengan perlindungan masyarakat sipil, keberlanjutan pelayanan publik, dan terbukanya ruang bagi warga untuk menjalani kehidupan secara aman. Proses kembalinya mantan anggota kelompok bersenjata juga perlu didukung dengan langkah yang terukur agar mereka dapat kembali beraktivitas di tengah masyarakat sesuai ketentuan hukum.

Penanganan situasi keamanan yang berkelanjutan membutuhkan penegakan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan sekaligus perhatian terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Dengan demikian, keamanan tidak hanya berkaitan dengan penindakan, tetapi juga dengan terciptanya lingkungan yang memungkinkan masyarakat Papua menjalani kehidupan sehari-hari tanpa ancaman kekerasan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TNI Lumpuhkan 12 Tokoh OPM di Papua, Pemerintah Intensifkan Upaya Jaga Keamanan dan Stabilitas

Benny Wenda: dari Aktivis Internasional ke “Dalang Kerusuhan Papua”

Anak Perempuan di Tembagapura Tewas Ditembak OPM, TNI Perketat Pengejaran Pelaku