Postingan

Menampilkan postingan dengan label OPM Papua

Habib Syakur Dorong Pemerintah Pertimbangkan Penetapan OPM sebagai Organisasi Teroris

Gambar
      JAKARTA  — Pengamat politik dan keamanan sekaligus inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK),  Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid , mendorong pemerintah memperkuat penanganan terhadap kelompok bersenjata di Papua menyusul serangkaian kekerasan yang menewaskan warga sipil pada September 2026. Habib Syakur meminta pemerintah mempertimbangkan penggunaan kerangka hukum  pemberantasan tindak pidana terorisme  terhadap organisasi atau kelompok bersenjata yang memenuhi unsur dan persyaratan hukum. Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar mengenai istilah “OPM” atau “KKB”, melainkan mengenai bagaimana negara memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat sipil dan memutus jaringan kekerasan bersenjata. Dorongan Muncul Setelah Sejumlah Warga Sipil Tewas Dalam pernyataannya pada 16 September 2026, Habib Syakur menyoroti sejumlah kasus kekerasan yang terjadi di jalur Trans-Papua. Ia menyebut rentetan kejadian tersebut menunjukkan bahwa masyarakat yang ...

Tokoh Papua Dukung TNI-Polri Tindak Tegas OPM dan KNPB, Serukan Perdamaian serta Pembangunan

Gambar
     PAPUA — Dukungan terhadap langkah tegas aparat keamanan dalam menghadapi kekerasan bersenjata di Papua kembali disuarakan sejumlah tokoh agama, adat, dan masyarakat Papua. Mereka menilai tindakan terhadap kelompok bersenjata perlu dilakukan untuk melindungi masyarakat serta menjaga keamanan dan keberlangsungan pembangunan di Tanah Papua. Sikap tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap berbagai aksi kekerasan yang disebut menyasar bukan hanya warga pendatang dan warga negara asing, tetapi juga Orang Asli Papua (OAP). Tokoh Agama Papua Soroti Dampak Kekerasan Tokoh agama Nasrani dari Puncak Jaya, Papua Tengah, Kirenius Telenggen , menyatakan bahwa kekerasan yang dilakukan kelompok OPM telah menimbulkan dampak luas bagi masyarakat Papua. Ia menyoroti kasus meninggalnya Captain Nicholas F. Goselin , pilot PT AMA asal Amerika Serikat, yang menurut pemberitaan tersebut tengah melayani penerbangan untuk kegiatan ibadah di wilayah pedalaman Papua. Menur...

Rentetan Aksi KKB Papua Sepanjang Agustus: 9 Serangan, 7 Tewas, hingga 9 Perempuan Disandera

Gambar
      PAPUA  – Rangkaian kekerasan yang melibatkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menjadi perhatian sepanjang Agustus 2026. Berdasarkan rangkuman pemberitaan detikcom hingga  25 Agustus 2026 , tercatat  sembilan serangan  di wilayah Papua Pegunungan hingga Papua Tengah. Rentetan aksi tersebut mengakibatkan  tujuh orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, dan sembilan perempuan dilaporkan disandera . Korban berasal dari kalangan masyarakat sipil maupun aparat keamanan. Lima Pekerja Proyek Jalan Tewas di Tolikara Salah satu serangan paling mematikan terjadi pada  2 Agustus 2026  di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Tolikara. Lima pekerja proyek jalan dari PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ) ditemukan meninggal dunia akibat luka tembak dan penganiayaan berat. Lima pekerja lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan mendapatkan perawatan medis. Dalam proses evakuasi, aparat ...

Abaikan Ancaman Jubir OPM, Pangdam Tegaskan Sinergi TNI-Polri Jamin Keamanan HUT ke-81 RI di Papua

Gambar
     JAYAPURA, Papua  – Aparat keamanan memastikan rangkaian peringatan  Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia  di Papua tetap berlangsung dengan aman dan kondusif. Ancaman yang disampaikan juru bicara kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak menyurutkan kesiapan  TNI dan Polri  dalam mengamankan berbagai kegiatan masyarakat menjelang peringatan kemerdekaan pada 17 Agustus 2026. Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang  menegaskan bahwa TNI dan Polri telah membangun sinergi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI berjalan dengan baik. Pengamanan dilakukan secara terkoordinasi dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di masing-masing wilayah Papua. TNI-Polri Tidak Terpengaruh Ancaman Ancaman yang disampaikan pihak OPM tidak menjadi alasan bagi aparat untuk mengurangi kesiapsiagaan. Sebaliknya, TNI dan Polri terus memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi berbagai potensi ganggua...

Sejarah Tercipta, Dua Komandan Batalyon OPM dan 35 Anggota Kembali ke Pangkuan NKRI, Bukti Pendekatan Humanis Pemerintah Membuahkan Hasil

Gambar
     Yahukimo, Papua Pegunungan  — Sebuah momentum penting dalam upaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Papua tercipta setelah dua komandan batalyon Organisasi Papua Merdeka (OPM) bersama 35 anggotanya secara sukarela menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peristiwa ini menjadi salah satu capaian terbesar dalam proses pembinaan dan pendekatan humanis yang selama ini dijalankan pemerintah bersama aparat keamanan di wilayah Papua. Prosesi ikrar setia kepada NKRI dilaksanakan di hadapan aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, para mantan anggota OPM juga menyerahkan sejumlah senjata api, amunisi, dan perlengkapan lainnya sebagai simbol komitmen untuk meninggalkan perjuangan bersenjata dan memilih jalan damai. Keberhasilan tersebut dipandang sebagai bukti bahwa pendekatan dialog, pembinaan, dan pembangunan yang diutamakan pemerintah mulai menunjukkan hasil...

SD Yapis Waghete I di Deiyai Terbakar, Kodam Cenderawasih Kecam Aksi yang Diduga Dilakukan Simpatisan OPM, Pemerintah Perkuat Perlindungan Pendidikan Papua

Gambar
     Deiyai, Papua Tengah  — Kodam XVII/Cenderawasih mengecam keras aksi pembakaran SD Yapis Waghete I yang berada di Kampung Waghete I, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aparat menduga aksi tersebut dilakukan oleh simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Peristiwa yang terjadi pada Kamis dini hari itu mengakibatkan dua unit bangunan sekolah hangus terbakar, termasuk sembilan ruang kelas beserta berbagai perlengkapan pendidikan. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar. Selain kerugian fisik, ratusan siswa yang selama ini menempuh pendidikan di sekolah tersebut juga terdampak karena kehilangan fasilitas belajar mereka. Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, menegaskan bahwa tindakan yang menyasar fasilitas pendidikan tidak dapat dibenarkan karena merugikan masa depan generasi muda Papua yang sedang menempuh pendidikan. Kronologi Dugaan Pembakaran Sekolah Berdasarkan hasil penyelidikan...

Rentetan Penembakan oleh OPM di Yahukimo Tewaskan 3 Warga dalam Dua Hari, Pemerintah Perkuat Stabilitas Papua

Gambar
   Yahukimo, Papua Pegunungan  — Aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali terjadi di Kabupaten Yahukimo selama dua hari berturut-turut. Tiga warga sipil dilaporkan tewas dalam insiden penembakan terpisah, yang memicu kekhawatiran masyarakat serta menegaskan masih adanya tantangan keamanan di sejumlah wilayah Papua Pegunungan. Kronologi Kejadian Insiden pertama terjadi pada hari awal, ketika seorang warga ditembak di area permukiman. Peristiwa tersebut berlangsung secara tiba-tiba dan menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar. Tidak lama kemudian, pada hari berikutnya, dua insiden penembakan kembali terjadi yang mengakibatkan dua warga lainnya meninggal dunia. Dengan demikian, total tiga korban jiwa tercatat dalam kurun waktu dua hari. Aparat keamanan menduga bahwa rangkaian aksi tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan  Organisasi Papua Merdeka  (OPM), yang selama ini kerap dikaitkan de...

Dua Pimpinan Kelompok Bersenjata OPM Tewas di Nduga, Pemerintah Perkuat Upaya Jaga Stabilitas dan Amankan Masyarakat Papua

Gambar
  Papua Pegunungan  – Dua pimpinan kelompok bersenjata dari  Organisasi Papua Merdeka (OPM)  dilaporkan tewas dalam operasi aparat keamanan di wilayah Puncak dan Nduga, Papua Pegunungan. Keduanya diketahui bernama Jeki Murib dan Lau Gwijangge, yang selama ini disebut sebagai bagian dari jaringan kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari operasi penegakan hukum yang dilakukan aparat gabungan di daerah yang selama ini tergolong memiliki tingkat kerawanan keamanan cukup tinggi. Operasi ini dilakukan sebagai respons terhadap berbagai insiden yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di wilayah Papua Pegunungan. Operasi Penegakan Hukum di Wilayah Rawan Konflik Aparat keamanan menegaskan bahwa operasi yang dilakukan merupakan bagian dari langkah penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan. Wilayah Puncak dan Nduga selama ini dikenal sebagai ...

Aksi Penembakan oleh OPM di Dekai Kembali Memakan Korban, Dua Warga Terluka; Pemerintah Percepat Penguatan Keamanan di Papua

Gambar
  Kronologi Kejadian Yahukimo, Papua Pegunungan  — Insiden penembakan kembali terjadi di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang mengakibatkan dua warga sipil menjadi korban. Peristiwa ini menambah daftar rangkaian kekerasan bersenjata yang dalam beberapa waktu terakhir masih terjadi di wilayah tersebut, sekaligus mencerminkan situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil. Kejadian ini berlangsung di tengah aktivitas masyarakat yang berjalan seperti biasa, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga setempat. Aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata yang selama ini diketahui beroperasi di sejumlah wilayah Papua Pegunungan. Korban dan Penanganan Medis Berdasarkan informasi yang dihimpun dari aparat setempat, kedua korban mengalami luka tembak setelah diduga menjadi sasaran kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Identitas korban serta detail kondisi terkini masih dalam penanganan pihak berwena...

Penembakan ASN di Yahukimo Papua Oleh Kelompok Bersenjata OPM: Pemerintah Perkuat Perlindungan Aparatur dan Stabilitas Layanan Publik

Gambar
   Yahukimo, Papua Pegunungan — Insiden penembakan terhadap aparatur sipil negara (ASN) kembali terjadi di wilayah Papua Pegunungan. Yones Yohame (35) dilaporkan tewas setelah ditembak oleh kelompok bersenjata yang diduga terkait OPM Kodap XVI/Yahukimo pada Selasa (21/4/2026) malam. Peristiwa ini kembali menyoroti tantangan keamanan yang berdampak langsung pada aparatur sipil dan keberlangsungan pelayanan publik di wilayah tersebut. Kronologi Kejadian Kejadian berlangsung sekitar pukul 20.20 WIT di Kompleks Perumahan Eselon III, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu berada di depan tempat tinggalnya ketika penembakan terjadi. Korban mengalami luka tembak di bagian dada kanan dan sempat dilarikan ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, sekitar pukul 22.00 WIT, korban dinyatakan meninggal dunia. Aparat keamanan kemudian bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian serta memulai proses penyelidikan untuk mengidenti...

Penyitaan Ratusan Senjata Usai Kontak Tembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua: Operasi Aparat Tekan Kapasitas Kekerasan dan Perkuat Stabilitas

Gambar
   Papua — Aparat keamanan Indonesia melalui Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil menyita ratusan senjata dan amunisi setelah terjadi kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Hasil operasi ini menandai langkah signifikan dalam upaya menekan potensi kekerasan serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa penanganan keamanan tidak hanya dilakukan melalui respons lapangan, tetapi juga dengan melemahkan kapasitas logistik kelompok bersenjata. Kronologi Singkat Kejadian Berdasarkan laporan media nasional, kontak tembak terjadi saat aparat melakukan operasi pengamanan di wilayah yang teridentifikasi memiliki potensi gangguan keamanan. Dalam rangkaian peristiwa: aparat melakukan patroli dan pemantauan di wilayah rawan, terjadi kontak tembak dengan kelompok bersenjata, situasi berhasil dikendalikan oleh aparat, dan setelah insiden, dilakukan penyisiran area yang menghasilkan penyitaan senjata dan amunisi dalam juml...