Postingan

Menampilkan postingan dengan label TNI Habema

TNI Lumpuhkan Komandan Operasi OPM dan Dua Anggota di Maybrat, Pengamanan Wilayah Diperkuat

Gambar
      MAYBRAT, PAPUA BARAT DAYA  — Tiga orang yang diduga anggota kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), termasuk seorang yang disebut sebagai komandan operasi kelompok tersebut, dilaporkan tewas dalam kontak tembak dengan personel gabungan TNI di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (9/10/2026). Operasi berlangsung di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, saat personel gabungan menjalankan patroli penindakan. Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menyampaikan bahwa salah satu korban telah diidentifikasi berdasarkan pemeriksaan awal sebagai Manfret Fatem, yang disebut menjabat sebagai Komandan Operasi OPM Kodap IV/Sorong Raya. Sementara itu, identitas dua korban lainnya masih dalam proses verifikasi. Informasi tersebut disampaikan melalui laporan ANTARA berdasarkan keterangan resmi Koops TNI Habema. Kontak Tembak Terjadi Saat Patroli Gabungan Menurut keterangan Koops TNI Habema, kontak tembak terjadi se...

Abdon Kisamdu Ditangkap di Bandara Yahukimo, Aparat Gagalkan Rencana Pembelian Senjata

Gambar
      YAHUKIMO, PAPUA PEGUNUNGAN  — Aparat keamanan berhasil menangkap  Abdon Kisamdu , Wakil Komandan Batalyon TPNPB-OPM Kodap 35 Bintang Timur, di  Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo , pada Sabtu, 19 September 2026. Penangkapan dilakukan personel  Yon 462 Pasgat TNI AU dan Satgas Mandala Koops TNI Habema  setelah keberadaan Abdon terdeteksi di bandara. Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan Abdon sebelumnya telah masuk dalam  Daftar Pencarian Orang (DPO) Mabes Polri) . Keberhasilan ini menunjukkan bahwa aparat terus melakukan pemantauan dan penindakan terhadap individu yang menjadi target penegakan hukum, termasuk ketika mereka bergerak melalui fasilitas transportasi sipil. Aparat Bergerak Cepat di Bandara Menurut keterangan TNI, personel terlebih dahulu mengamankan akses keluar-masuk Bandara Nop Goliat Dekai setelah memperoleh informasi mengenai keberadaan Abdon. Abdon diketahui berada di dalam pesawat Trigana Pax PK-YSC j...

Kecam Pembunuhan Sopir Travel Aris Sanda oleh OPM, Negara Hadir Lindungi Warga Sipil di Papua

Gambar
      WAMENA, PAPUA PEGUNUNGAN  — Tindakan kekerasan yang menewaskan  Aris Sanda alias Tasya , seorang sopir travel asal Toraja, patut dikecam. Korban dilaporkan menjadi sasaran kelompok bersenjata yang disebut aparat sebagai  OPM Kodap II Ndugama  setelah kendaraannya dicegat di jalur Trans Wamena–Nduga pada 15 September 2026. Aris saat itu tengah menjalankan pekerjaannya sebagai sopir, membawa penumpang sekaligus melayani kebutuhan transportasi dan logistik masyarakat menuju wilayah pedalaman. Menurut keterangan TNI, para penumpang diperintahkan kembali ke Wamena, sementara Aris dibawa menuju kawasan Danau Habema. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa masyarakat sipil yang hanya menjalankan pekerjaan sehari-hari masih menghadapi risiko serius akibat kekerasan bersenjata. Korban Diduga Disandera Sebelum Dibunuh Sebelum ditemukan meninggal, Aris dilaporkan sempat disandera. Dalam video yang diterima detikcom, korban terlihat dikelilingi sejumlah anggot...