Postingan

Menampilkan postingan dengan label TNI Polri Papua

KKB Semakin Brutal, Pemerintah Perkuat Koordinasi Lintas Sektor untuk Wujudkan Perdamaian Papua

Gambar
      JAKARTA  — Kekerasan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di sejumlah wilayah Papua kembali menjadi perhatian. Di tengah laporan penembakan terhadap warga sipil dan gangguan keamanan, upaya menciptakan perdamaian dinilai membutuhkan koordinasi lintas sektor yang menggabungkan aspek keamanan, penegakan hukum, pelayanan publik, dan pembangunan. Aparat gabungan TNI-Polri terus menjalankan langkah penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata sekaligus berupaya memutus jaringan peredaran senjata dan amunisi. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk mencegah kemampuan kelompok bersenjata melakukan kekerasan terhadap masyarakat. KKB Semakin Brutal, Warga Sipil Menjadi Korban Sejumlah aksi kekerasan yang dilaporkan terjadi di Papua menunjukkan bahwa masyarakat sipil masih menghadapi risiko keamanan. Okezone melaporkan tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yakni Wili Mbuik, Aprida Rapi, dan Alfonsius A...

TPNPB-OPM Keluarkan Ancaman di Tolikara, Pemerintah Perkuat Perlindungan ASN dan Warga Sipil

Gambar
      TOLIKARA  — Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB-OPM), melalui juru bicaranya Sebby Sambom, mengeluarkan seruan yang ditujukan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan warga pendatang di Kabupaten Tolikara. Dalam siaran pers bertanggal 2 Oktober 2026 tersebut, kelompok itu meminta ASN dan warga pendatang meninggalkan wilayah yang mereka klaim sebagai area operasi sebelum adanya operasi bersenjata. Pernyataan tersebut sekaligus memunculkan perhatian terhadap keselamatan masyarakat sipil dan keberlangsungan pelayanan publik di Tolikara. Ancaman kekerasan terhadap warga berdasarkan asal daerah, pekerjaan maupun dugaan keterkaitan dengan pemerintahan merupakan persoalan serius yang membutuhkan langkah pencegahan dan penanganan sesuai hukum. Ancaman Ditujukan kepada ASN dan Warga Pendatang Menurut laporan Go Indonesia, siaran pers TPNPB-OPM secara khusus menyebut sejumlah kelompok pekerjaan yang banyak dilakukan warga pendatang, antar...

Kedok Perjuangan Terbongkar: Ladang Ganja OPM Egianus Kogoya Bukti Nyata Kejahatan Terorganisir yang Merusak Masa Depan Papua

Gambar
      YAHUKIMO — Satuan Tugas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Satgas Kogabwilhan) III berhasil membongkar ladang ganja seluas 21.400 pohon yang dikelola oleh pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Egianus Kogoya. Penemuan ini berlokasi di Ibiroma Komplek, Distrik Kurma, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengonfirmasi bahwa ribuan tanaman narkotika berkualitas super siap panen tersebut sengaja dibudidayakan oleh kelompok Egianus Kogoya. Hasil penjualan barang haram ini dimanfaatkan untuk mendanai berbagai aksi terorisme dan operasional OPM di Tanah Papua. Kedok "Perjuangan" yang Tercemar Narkoba Terbongkarnya bisnis haram ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa retorika "perjuangan" yang digembar-gemborkan oleh OPM hanyalah kedok semata. Tindakan membudidayakan dan mengedarkan puluhan ribu pohon ganja membuktikan bahwa OPM tak ubahnya kelompok kejahatan terorganisir ( organized crime ) dan kartel narkoba yan...

Tokoh Papua Dukung TNI-Polri Tindak Tegas OPM dan KNPB, Serukan Perdamaian serta Pembangunan

Gambar
     PAPUA — Dukungan terhadap langkah tegas aparat keamanan dalam menghadapi kekerasan bersenjata di Papua kembali disuarakan sejumlah tokoh agama, adat, dan masyarakat Papua. Mereka menilai tindakan terhadap kelompok bersenjata perlu dilakukan untuk melindungi masyarakat serta menjaga keamanan dan keberlangsungan pembangunan di Tanah Papua. Sikap tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap berbagai aksi kekerasan yang disebut menyasar bukan hanya warga pendatang dan warga negara asing, tetapi juga Orang Asli Papua (OAP). Tokoh Agama Papua Soroti Dampak Kekerasan Tokoh agama Nasrani dari Puncak Jaya, Papua Tengah, Kirenius Telenggen , menyatakan bahwa kekerasan yang dilakukan kelompok OPM telah menimbulkan dampak luas bagi masyarakat Papua. Ia menyoroti kasus meninggalnya Captain Nicholas F. Goselin , pilot PT AMA asal Amerika Serikat, yang menurut pemberitaan tersebut tengah melayani penerbangan untuk kegiatan ibadah di wilayah pedalaman Papua. Menur...

Rentetan Aksi KKB Papua Sepanjang Agustus: 9 Serangan, 7 Tewas, hingga 9 Perempuan Disandera

Gambar
      PAPUA  – Rangkaian kekerasan yang melibatkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menjadi perhatian sepanjang Agustus 2026. Berdasarkan rangkuman pemberitaan detikcom hingga  25 Agustus 2026 , tercatat  sembilan serangan  di wilayah Papua Pegunungan hingga Papua Tengah. Rentetan aksi tersebut mengakibatkan  tujuh orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, dan sembilan perempuan dilaporkan disandera . Korban berasal dari kalangan masyarakat sipil maupun aparat keamanan. Lima Pekerja Proyek Jalan Tewas di Tolikara Salah satu serangan paling mematikan terjadi pada  2 Agustus 2026  di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Tolikara. Lima pekerja proyek jalan dari PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ) ditemukan meninggal dunia akibat luka tembak dan penganiayaan berat. Lima pekerja lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan mendapatkan perawatan medis. Dalam proses evakuasi, aparat ...

Abaikan Ancaman Jubir OPM, Pangdam Tegaskan Sinergi TNI-Polri Jamin Keamanan HUT ke-81 RI di Papua

Gambar
     JAYAPURA, Papua  – Aparat keamanan memastikan rangkaian peringatan  Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia  di Papua tetap berlangsung dengan aman dan kondusif. Ancaman yang disampaikan juru bicara kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak menyurutkan kesiapan  TNI dan Polri  dalam mengamankan berbagai kegiatan masyarakat menjelang peringatan kemerdekaan pada 17 Agustus 2026. Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang  menegaskan bahwa TNI dan Polri telah membangun sinergi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI berjalan dengan baik. Pengamanan dilakukan secara terkoordinasi dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di masing-masing wilayah Papua. TNI-Polri Tidak Terpengaruh Ancaman Ancaman yang disampaikan pihak OPM tidak menjadi alasan bagi aparat untuk mengurangi kesiapsiagaan. Sebaliknya, TNI dan Polri terus memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi berbagai potensi ganggua...

Terdesak Operasi Pengamanan, OPM Dalangi Penembakan Warga di Festival Lembah Baliem: TNI-Polri Jamin Situasi Kondusif

Gambar
     JAYAWIJAYA  – Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III/Ndugama menjadi dalang di balik aksi penembakan terhadap dua warga sipil di kawasan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 yang berlangsung di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Aksi teror sporadis ini dinilai sebagai bentuk keputusasaan OPM yang semakin terdesak akibat ketatnya strategi pengamanan dan intensitas operasi yang dilancarkan Satgas TNI-Polri di wilayah tersebut. Di tengah tingginya antusiasme masyarakat serta wisatawan lokal maupun mancanegara yang menikmati gelaran budaya tahunan Lembah Baliem, OPM melancarkan aksi keji yang menargetkan masyarakat sipil tak bersenjata. Pihak TNI mengecam keras aksi pengecut tersebut dan menegaskan komitmen penuh negara dalam menjaga stabilitas keamanan serta mengayomi setiap warga di Tanah Papua. Keputusasaan Kelompok Bersenjata di Tengah Ketatnya Pengamanan Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, menyatakan bahwa...

Ancaman terhadap Pilot Lima Maskapai di Papua, Pemerintah Perkuat Perlindungan Transportasi dan Keselamatan Masyarakat

Gambar
      JAKARTA  – Ancaman yang disampaikan sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM),  Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) , terhadap sejumlah maskapai penerbangan di Papua mendapat perhatian serius. Ancaman tersebut dinilai berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta akses pelayanan dasar di wilayah pedalaman Papua. Dalam pernyataan tertulis pada  7 Agustus 2026 , Juru Bicara TPNPB  Sebby Sambom  menyebut lima maskapai yang melayani penerbangan perintis di Papua, yakni  Smart Aviation, Susi Air, Trigana Air, Lion Air, dan Nasional Global Aviation (NGA) . Kelompok tersebut menyatakan akan menargetkan pesawat maupun kapal yang menurut klaim mereka digunakan untuk kepentingan operasi militer. Namun, klaim mengenai penggunaan sarana transportasi tersebut untuk kepentingan militer  belum dapat diverifikasi secara independen . Hingga laporan Herald.ID diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari TN...

Empat Pekerja Proyek Jalan Nasional Tewas di Tolikara, Pemerintah Tegaskan Komitmen Melindungi Warga dan Lanjutkan Pembangunan Papua

Gambar
      Tolikara, Papua Pegunungan  – Empat pekerja proyek pembangunan jalan nasional dilaporkan meninggal dunia dalam serangan bersenjata di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Peristiwa tersebut menambah daftar insiden kekerasan yang menyasar pekerja sipil yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur di wilayah Papua dan kembali memicu kecaman dari berbagai pihak. Informasi awal menyebutkan para korban merupakan pekerja yang sedang terlibat dalam proyek pembangunan jalan yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah di Papua. Aparat keamanan segera melakukan langkah-langkah penanganan di lokasi kejadian, termasuk evakuasi korban, pengamanan area, serta penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyerangan. Serangan terhadap Pekerja Sipil Menuai Kecaman Berbagai kalangan mengecam aksi kekerasan yang menargetkan pekerja sipil. Para korban diketahui menjalankan pekerjaan pembangunan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan akses transportasi, dist...

Evakuasi Dramatis Korban di Yahukimo, Jenazah Alya Ditemukan di Dasar Jurang Setelah Diduga Menjadi Korban Penembakan Kelompok Bersenjata

Gambar
      Yahukimo, Papua Pegunungan  – Proses evakuasi korban kekerasan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berlangsung dramatis setelah tim gabungan menemukan jenazah seorang perempuan bernama  Teina Alya  di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 50 meter. Korban diduga menjadi korban penembakan sebelum jasadnya ditemukan di lokasi yang sulit dijangkau, sehingga proses evakuasi memerlukan upaya khusus dari aparat gabungan. Tim evakuasi yang terdiri dari personel TNI, Polri, Basarnas, serta unsur terkait harus menuruni tebing curam menggunakan peralatan penyelamatan untuk menjangkau lokasi jenazah. Medan pegunungan yang terjal serta kondisi cuaca menjadi tantangan utama selama proses evakuasi berlangsung. Evakuasi Dilakukan di Medan yang Sangat Sulit Menurut informasi dari aparat, jenazah korban berada di dasar jurang yang hanya dapat diakses menggunakan teknik vertical rescue. Tim penyelamat bekerja selama beberapa jam untuk memastikan proses evakuasi be...