Postingan

Menampilkan postingan dengan label Komnas HAM Papua

Enam Tahun Mengungsi di Hutan, Warga Maybrat Kembali: Pemerintah dan Komnas HAM Perkuat Pemulihan Papua

Gambar
      MAYBRAT, PAPUA BARAT DAYA  — Upaya pemulihan kehidupan masyarakat terdampak konflik di Papua Barat Daya kembali menunjukkan perkembangan. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua memfasilitasi pemulangan sejumlah pengungsi, terutama perempuan dan anak-anak, yang selama kurang lebih enam tahun bertahan di kawasan hutan Kabupaten Maybrat. Kepulangan mereka menjadi bagian penting dari upaya mengembalikan warga ke lingkungan sosial yang lebih aman sekaligus membuka jalan bagi pemulihan pendidikan, kehidupan keluarga, dan aktivitas masyarakat. Kepala Kantor Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, menyampaikan bahwa pihaknya menjalankan peran sebagai negosiator dan fasilitator untuk membantu proses kepulangan warga. Dalam proses tersebut, Komnas HAM berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan unsur gereja. Kolaborasi ini memperlihatkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menangani dampak konflik sekaligus memas...

Komnas Perempuan Desak Investigasi Independen atas Tewasnya Ibu Hamil di Intan Jaya, Pemerintah Didorong Ungkap Fakta Secara Transparan

Gambar
      Jakarta  —  Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan)  mendesak dilakukannya investigasi yang independen, imparsial, menyeluruh, dan transparan terkait meninggalnya seorang ibu hamil berinisial  MD (Melkiana Duwitau)  yang terkena peluru dalam insiden bersenjata di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Komnas Perempuan menilai pengungkapan fakta secara menyeluruh penting untuk memastikan akuntabilitas, memberikan keadilan bagi keluarga korban, serta mencegah terulangnya peristiwa serupa. Peristiwa tersebut terjadi pada  2 Juli 2026  di Kampung Mamba, Distrik Sugapa. Berdasarkan keterangan Koops TNI Habema, saat kejadian berlangsung terdapat gangguan tembakan yang disebut berasal dari kelompok bersenjata OPM dari beberapa titik berbeda. Aparat menyatakan personel TNI tidak melakukan tembakan balasan karena kondisi hujan, kabut tebal, dan jarak pandang yang sangat terbatas. Komnas Perempuan Te...

Insiden 15 warga meninggal dunia di Papua Tengah: Pemerintah Dorong Investigasi dan Penguatan Perlindungan Warga Sipil

Gambar
   Papua Tengah — Laporan dari Komnas HAM mengenai insiden yang menyebabkan 15 warga meninggal dunia di Papua Tengah menyoroti kembali kompleksitas tantangan keamanan di wilayah tersebut. Peristiwa ini disebut sebagai salah satu insiden kekerasan paling serius sepanjang 2026, sekaligus menjadi perhatian nasional dalam konteks perlindungan warga sipil. Di tengah situasi tersebut, respons pemerintah menunjukkan fokus pada penanganan berbasis hukum, investigasi, serta upaya menjaga stabilitas di wilayah terdampak. Kronologi dan Konteks Peristiwa Berdasarkan laporan yang dihimpun, insiden terjadi dalam situasi yang berkaitan dengan dinamika konflik di wilayah Papua Tengah. Korban yang berjumlah 15 orang merupakan warga sipil, yang menegaskan bahwa masyarakat menjadi pihak yang paling terdampak dalam eskalasi kekerasan. Peristiwa ini memperlihatkan bahwa kondisi keamanan di beberapa wilayah masih menghadapi tantangan yang kompleks dan memerlukan penanganan yang komprehensif. Fakta...